Sekarang aku berjanji untuk memberikan yang terbaik dari ku, dan kepada orang tua ku, aku berjanji akan mencoba untuk menjalani ini semua dengan penuh senyuman .
Untuk bisa masuk saja sudah susah, di tambah lagi dengan kesusahan yang datang dari orang –orang “pendahulu” yang mau ini dan itu, kalau tidak mengingat jerih payah tentu sudah ku hadang mereka. Aku takut jika nanti orang tua ku mengurai air mata duka, padahal sebelum kesini iorang tua juga menangis bahagia karna anak nya sekarang melanjut kan perguruan tinggi. Dulu aku memang mau masuk UNRI tapi tuhan berkata lain,tetapi aku tetap bersyukur karana aku sudah di terima di perguruan tinggi UIR.
Aku mulai terbiasa dengan rutinitas di kampus ini. Aku kenal banyak senior yang “cukup” baik untuk meminjamkan dan membantu dalam perkuliahan ini. Ternyata kegiatan awal dulu yang aku hina-dinakan sekarang mulai membawa berkah, walau masih banyak di antara mereka yang tentu saja masih seperti dahulu, mementingkan “pemujaan” pada yang lebih “tua” atau “dituakan”. Masih jernih dalam ingatan ku tentang peraturan di kampus yang di tanamkan mereka, peraturan pertama: mereka selalu benar, peraturan kedua: jika ada kesalahan maka kembali ke peraturan pertama.
Dalam pikiran ku waktu itu langsung saja mengaitkannya dengan kekuasaan dan pemerintahan. Kekuasaan bisa menjadi begitu besar mungkin karena hal tersebut. Karena adanya aturan yang di atur oleh sang penguasa. Aturan yang memperbolehkan segalanya baginya. Aturan yang melanggengkan kekuasaannya. Ternyata kita tak bisa menyalahkan para pejabat yang “katanya” seenaknya dalam membuat aturan, toh para mahasiswa yang katanya stock (persediaan) bagi masa depan ini sudah di ajarkan bagaimana mengambil untung dari aturan itu. Aturan yang di buat untuk mempertahankan kekuasaan.
Sudah lama rasanya tidak menulis, mungkin banyak unek-unek yang akan ku tuliskan. Tapi sekarang rasanya belajar di jurusan ini mulai menarik. Tidak kalah dari fakultas awal yang ku inginkan (mungkin). Entah kenapa tapi seperti yang di katakan oleh para dosen bahwa permasalahan adalah “jurang” yang terbentang antara hal yang seharusnya dengan hal yang terjadi. Sekarang mulai banyak permasalahan yang datang padaku. Mulai dari permasalahan keuangan, pelajaran, dan pembagian waktu kuliah dengan kegiatan eksternal (yang pada akhirnya kusadari bahwa permasalahan-permasalahan ini ternyata membuat ku menjadi lebih matang untuk menghadapi masalah lainnya).
Secara financial keluarga ku sekarang sudah mulai agak terbatuk-batuk dalam memberikan dana segar untuk membantu melancarkan proses belajar di kampus, sehingga mau tidak mau, sekarang aku harus mencari alternatif karena menurut para dosen alternatif adalah suatu peluang. Aku mulai membuat anggaran keuangan ku dengan menyesuaikan antara pendapatan dan pengeluaran ku sehingga tidak terjadi ketimpangan yang menyebabkan resiko financial bagiku. Resiko yang tidak hanya mengancam kuliah ku namun juga diriku sendiri.
Aku juga mulai mempraktekkan pembuatan perencanaan dalam hidup (sebenarnya lebih kearah bagaimana cara cepat mendapatkan uang), kami (para mahasiswa yang kehabisan uang) biasanya berkumpul untuk memikirkan “massa depan” kami dan jikalau kami sudah berkumpull biasanya “ide-ide aneh” muncul dalam waktu bersamaan dan mungkin karena keadaan kami yang hamper mirip (kesulitan financial) biasanya ide aneh itu langsung terealisir tanpa menunggu waktu lama, namun ternyata efek penyembuhannya juga pendek. Hal itu menyadarkan ku bahwa para mahasiswa mempunyai banyak ide-ide yang aneh bagi orang lain namun mereka mempunyai kemampuan untuk melakukannya. Mungkin benar apa kata legenda bahwa mahasiswa adalah agen dari perubahan, merekalah pioneer untuk perubahahan yang lebih baik, mungkin itu benar adanya. Dan aku harus berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan hasil yang maksimal di perguruan tinggi ini , aku ingin mendapatkan beasiswa biar orang tua ku bangga karna mempunyai anak seperti ku dan aku selalu berdoa supaya di berikan rahmat dan petunjuk oleh ALLAH SWT dan target ku 3 setengah tahun sudah selesai. Amin
di mohon doa nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar