Selasa, 13 Desember 2011
Surat Dinas
Surat adalah sarana komunikasi untuk menyampaikan informasi tertulis oleh suatu pihak kepada pihak lain. Fungsinya mencakup lima hal: sarana pemberitahuan, permintaan, buah pikiran, dan gagasan; alat bukti tertulis; alat pengingat; bukti historis; dan pedoman kerja.[1] Pada umumnya, dibutuhkan perangko dan amplop sebagai alat ganti bayar jasa pengiriman. Semakin jauh tujuan pengiriman surat maka nilai yang tercantum di perangko harus semakin besar juga.
Berikut contoh surat dinas :
Pekanbaru, 15 Desember 2011
No : 27/N11.8.4/DIN/KP/1.2010
Lampiran : 2 (dua) Lembar
Kepada Yth.
PT. Chevron
Jl. Kaharudin Nasution
Hal : Tindak Lanjut Workshop
Menindaklanjuti pembicaraan dengan PT. Chevron beberapa waktu lalu mengenai gagasan Workshop bersama, maka dengan surat ini kami mengajukan permintaan tindak lanjut Workshop bersama tersebut.
Adapun rencana jumlah peserta Workshop dari PT. Press Media sebanyak 4 orang, dengan materi dasar pembuatan animasi flash yang bertempat di Plant PT. Chevron. Untuk itu kami mohon konfirmasi lebih lanjut mengenai total biaya serta teknis pelaksanaan penyelenggaraan Workshop bersama ini.
Informasi lebih lanjut kami lampirkan proposal pengajuan Workshop.
Konfirmasi dari PT. Chevron sangat kami harapkan. Atas perhatiaanya kami ucapkan terima kasih.
a.n. Direktur Utama,
Ka. Unit Pengembangan dan Kerjasama
Wendy Afriyanda
NRP 190940
Tembusan :
- Direktur Utama (Sebagai Laporan)
- Departemen Keuangan
- Departemen SDM
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar